Social Movement Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang menggunakan Platform Berbasis Gamifikasi
DOI:
https://doi.org/10.59328/JAPATUM.2025.4.3.136Kata Kunci:
gamifikasi, lingkungan, digital society, masyarakat, sustainabilityAbstrak
Permasalahan lingkungan di Kabupaten Tulang Bawang, khususnya di Desa Tri Tunggal Jaya, masih menjadi tantangan yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan menjadi dasar dikembangkannya platform digital berbasis gamifikasi bernama Heyo. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan budaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui koordinasi stakeholder, focus group discussion (FGD), pengembangan dashboard digital dan aplikasi mobile, sosialisasi implementasi, serta evaluasi program. Pendekatan gamifikasi diterapkan menggunakan fitur poin, badge, dan leaderboard untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam berpartisipasi pada gerakan sadar lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform Heyo mampu menjangkau 3.924 jiwa atau 1.238 kepala keluarga di Desa Tri Tunggal Jaya. Program ini juga memperoleh dukungan dari pemerintah daerah dan direncanakan untuk diintegrasikan ke dalam superapp pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada aspek pengelolaan sampah bersih dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi sosial masyarakat terhadap pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Isa Mulia Insan, Muhammad Al Makky, Novian Anggis Suwastika

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.